Tampilkan postingan dengan label Agrobisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agrobisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Agustus 2013

Lampung Selatan Pasok Buah-buahan

ke Jawa Kalianda, Lampung Selatan - Kabupaten Lampung Selatan memasok buah-buahan ke Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. "Jenis yakni yang dikirim adalah buah dataran tinggi seperti manggis, duku, durian, sirsak dan cempedak," kata pedagang pengumpul di Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Siswoyo, Minggu. Dia mengatakan buah-buahan tersebut didapatkan dari petani sekitar dengan jumlah pasokan mencapai dua sampai tiga truk per harinya yang dikirimkan untuk sejumlah pasar buah di Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. "Masa panen buah di Lamsel terjadi secara serentak seperti sekarang ini seperti di Kecamatan Katibung, Sidomulyo, Kalianda, Penengahan, Tanjungbintang, Bakauheni, Rajabasa, dan Ketapang" kata dia. Dia mengatakan, harga buah di Pulau Jawa mencapai dua kali lipat dibandingkan dengan pasar lokal Lampung, dengan keuntungan bersih sekitar satu hingga dua juta dalam sekali pengiriman. Hal senada juga dikatakan oleh pengumpul di Kecamatan Tanjungbintang, M Nur, yang mengaku buah-buahan asal Lamsel cukup diminati pasar luar daerah karena kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain. Dia mengaku selama memasok buah-buahan ke luar daerah selalu habis terjual di pasar karena permintaan sangat tinggi bahkan terkadang kekurangan pasokan. "Buah-buahan musiman yang paling besar dipasok adalah manggis, durian, duku, cempedak," kata dia. Namun dia mengatakan pengiriman buah-buahan itu hanya musiman saja karena panen terjadi dalam kurun waktu setahun sekali, sedangkan yang rutin sepanjang tahun adalah kelapa dan buah pisang. Sementara itu, pedagang musiman untuk durian, manggis, duku, dan cempedak, menjamur di sepanjang jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung Selatan dengan pangsa pasar para pengguna jalan yang berasal dari beberapa provinsi di Sumatra dan Jawa. (Ims)

Ekspor Buah-buahan Indonesia Capai 240 Juta Dolar

Jakarta - Nilai ekspor buah-buahan Indonesia ke sejumlah negara di Asia, khususnya ASEAN dan Timur Tengah dalam setahunnya mencapai 240 juta dolar AS. "Meski tidak begitu besar, namun prospek sejumlah komoditas buah-buahan kita sudah punya pangsa pasar di luar negeri," kata Direktur Tanaman Buah dan Hortikulutura Departemen Pertanian RI, Wini Dian Wibawa usai membuka ajang Citrus Holiday Festival 2009 di Taman Wisata Mekarsari Cileungsi, Bogor, Minggu. Menurut dia, komoditas buah-buahan unggulan yang punya pasar di luar negeri di antaranya manggis, mangga, melon dan semangka yang saat ini tinggi permintaan dari sejumlah negara, di antaranya melon dan semangka ke Malaysia, Singapura dan Hongkong. Selain itu, kata dia, buah salak yang kini sangat kompetitif disukai masyarakat negara China, setiap pekannya di ekspor 15 ton salak. "Memang untuk menembus pasaran di China ini kami menjajaki selama dua tahun, karena sulitnya persyaratan yang diberlakukan negara tersebut," katanya. Pemerintah China, kata Wini, awalnya memberikan persyaratan yang harus dilakukan dengan mengirimkan tim audit pemeriksaan yang datang langsung melihat kebun salak yang akan di kirim ke negara itu. "Salak tidak boleh sembarangan kebunnya harus diregistrasi artinya mutu buahnya, cara pengemasan dan lainnya harus tercatat," katanya. Sedangkan untuk impor, jelas Wini, untuk impor memang sekitar tiga persen kebutuhan buah di pasaran berasal dari luar negeri terutama yang perkembangannya di Tanah Air kurang begitu bagus. Menurut dia, impor itu masih didominasi buah pir, apel dan urutan ketiga buah jeruk khususnya jenis mandarin sebanyak 80 ribu ton/tahun. "Buah jeruk ini memang menjadi tantangan untuk kita yang mayoritas dikenal di masyarakat," katanya Ia mengatakan, ke depan pemerintah berupaya mengembangkan jeruk keprok yang yang banyak di daerah Soe (NTT), Garut (Jabar) dan Baru (Jatim) untuk bisa menggantikan jeruk siem yang selama ini masih mendominasi pasaran dalam negeri. Produksi jeruk di Indonesia, sebanyak 2,5 juta ton/tahun diantaranya sekitar 85 persen jenis siem yang banyak dihasilkan seperti Medan (Sumut) dan Pontianak (Kalbar). "Jadi jeruk Keprok ini juga nantinya diprogramkan untuk menguasai pasar dalam negeri, untuk menyaingi jeruk Mandarin yang punya kesamaan sifat dan rasa," jelas dia. Sementara pakar buah, Reza Tirtawinata mengatakan varietas jeruk banyak sekali belum terhitung puluhan di Tanah Air, bahkan Indonesia merupakan negara terkaya dalam keanekaragaman jenis. Ia mengatakan, salah satu jeruk yang ada di Indonesia tidak dimiliki negara lain yaitu jenis jeruk liar hanya ditemukan di pantai Jepara, Jawa Tengah "Jeruk itu itu dicari oleh para ahli jeruk dunia, karena dia punya daya tahan terhadap penyakit," katanya. Jadi Taman Wisata Mekarsari mengoleksi untuk disilangkan dengan jeruk yang sudah komersialkan menghasilkan sifat-sifat tahan terhadap hama dan penyakit Jeruk itu, tambah dia, belum ada nama lokalnya, sehingga perlu diidentifikasi dan diusulkan sebuah nama ilmiah untuk dibakukan , bentuknya kecil sekali seperti melinjo pohonnya berduri-duri, tahan kering dan tahan hama penyakit. Menurutnya, jeruk itu justru dicari para ahli jeruk dunia, sedangkan Indonesia yang mempunyai keunggulan ini justru belum melakukan apa-apa, hanya baru mengoleksi saja dan program pemuliaan itu membutuhkan waktu 5-10 tahun, baru bisa masuk ke dalam jeruk-jeruk komersial. "Upaya ini dilakukan supaya kita berkebun jeruk itu semua tahan serangan hama meski rasanya pahit, tapi yang penting bukan rasa adalah ketahanan terhadap hama dan penyakit," katanya. (Dw)

Kelapa Sawit Sebagai Potensi Bisnis Perkebunan Kalimantan

Pulau Kalimantan memang dianugerahi berbagai macam sumber daya alamnya dan lahan perkebunan yang luas. Kelapa sawit salah satunya. Usaha perkebunan kelapa sawit sangat menguntungkan. Kelapa sawit sangat bermanfaat mulai dari industri makanan sampai industri kimia. Industri makanan mentega, shortening, coklat, additive, ice cream, pakan ternak, minyak goreng, produk obat–obatan dan kosmetik, krim, shampoo, lotion, pomade, vitamin and beta carotene juga memerlukan minyak sawit. Industri berat dan ringan, industri kulit (untuk membuat kulit halus dan lentur dan tahan terhadap tekanan tinggi atau temperatur tinggi), cold rolling and fluxing agent pada industri perak, dan juga sebagai bahan pemisah dari material cobalt dan tembaga di industri logam juga membutuhkan bahan baku dari hasil kelapa sawit. Bahkan minyak sawit dibutuhkan juga untuk industri kimia seperti detergen, sabun, dan minyak. Sisa-sisa dari industri minyak sawit dapat digunakan sebagai bahan bakar boiler, bahan semir furniture, bahan anggur. Produk Utama Kelapa Sawit Produk turunan CPO bisa dipasarkan untuk perusahaan yang memproduksi minyak goreng kelapa sawit, margarine, shortening, vanaspati (Vegetable ghee), ice creams, bakery fats, instans noodle, sabun dan detergent, cocoa butter extender, chocolate dan coatings, specialty fats, dry soap mixes, sugar confectionary, biskuit cream fats, filled milk, lubrication, textiles oils dan bio diesel. Produk turunan minyak inti sawit bisa dipasarkan untuk perusahaan yang memproduksi shortening, cocoa butter substitute, specialty fats, ice cream, coffee whitener/cream, sugar confectionary, biscuit cream fats, filled mild, imitation cream, sabun, detergent, shampoo dan kosmetik. Ampas Tandan Kelapa Sawit Bisa Dimanfaatkan Selain minyaknya, ampas tandan kelapa sawit merupakan sumber pupuk kalium dan berpotensi untuk diproses menjadi pupuk organik melalui fermentasi (pengomposan) aerob dengan penambahan mikroba alami yang akan memperkaya pupuk yang dihasilkan. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk organik, pupuk kompos maupun pupuk kalium. Fungsi lain TKKS juga sebagi bahan serat untuk bahan pengisi jok mobil dan matras, dan polipot. Pelepah pohon dan CPO dapat dijadikan ekstrak untuk Vitamin E. Batang pohon dapat dijadikan “fiber board” untuk bahan baku mebel, kursi, meja, lemari dan sebagainya. Ampas tandan/buangan sisa pabrik dapat dijadikan serbuk pengisi kasur, bantalan kursi, dan sebagainya. Pasar Kelapa Sawit Secara historis pertumbuhan produksi minyak sawit dunia selama dua dasawarsa terakhir ini mengalami kenaikan sekitar 7,3% pertahun. Perkembangan minyak sawit dunia ini sangat dipengaruhi oleh produksi minyak sawit dari negara Malaysia dan Indonesia yang memberikan kontribusi sebesar 80% dari produksi dunia. Berdasarkan data Oil Word diperkirakan produksi CPO lima tahun ke depan akan meningkat tapi lebih kecil dibandingkan dengan konsumsi masyarakat dunia. Tingkat produksi CPO dunia masih dikuasai oleh Malaysia dengan pengusaan 50% market dunia, sedangkan Indonesia berada pada tingkat kedua dengan 30% penguasaan market dunia. Saat ini Indonesia dan Malaysia merupakan produsen utama CPO dunia dengan menguasai lebih dari 80% pangsa pasar. Negara-negara produsen lainnya, seperti Nigeria, Kolombia, Thailand, Papua Nugini, dan bahkan Pantai Gading, boleh dibilang hanya menjadi pelengkap. Malaysia menempati peringkat teratas dengan volume produksi pada 2003 mencapai 13,35 juta ton. Sementara Indonesia masih 9,75 juta ton. Menurut ramalan Oil World, volume produksi CPO Indonesia pada 2010 bakal mencapai 12 juta ton. Namun, agaknya ramalan itu bakal meleset. Sebab, pada 2004 saja volume produksi CPO Indonesia sudah mencapai 11,5 juta ton. Itu sebabnya banyak kalangan optimis volume produksi CPO Indonesia bakal segera mengalahkan Malaysia, terlebih jika melihat luas lahan di Malaysia yang kian terbatas, sementara di Indonesia masih begitu luas. Produksi minyak sawit (CPO) di dalam negeri diserap oleh industri pangan terutama industri minyak goreng dan industri non pangan seperti industri kosmetik dan farmasi. Namun, potensi pasar paling besar adalah industri minyak goreng. Potensi tersebut terlihat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk yang berimplikasi pada pertambahan kebutuhan pangan terutama minyak goreng. Sampai tahun 1997 produksi minyak goreng Indonesia baru mencapai 3,1 juta ton dengan kontribusi minyak goreng sawit 2,3 juta ton (74 %). Kebutuhan untuk memproduksi minyak goreng sawit sebesar itu memerlukan 3,3 juta ton minyak sawit. Penetapan Harga Pada dasarnya, ada 2 kekuatan besar yang berpengaruh pada pembentukan harga komoditas kelapa sawit, yaitu kekuatan pasar (marketing forces) dan pengendalian oleh pemerintah (government intervention). Dengan demikian, penetapan harga kelapa sawit didasarkan pada kekuatan pasar, tingkat persaingan dan juga pengendalian pemerintah. Setelah itu penetapan harga kelapa sawit harus disesuaikan dengan harga jual dalam dan luar negeri, dengan perincian sebagai berikut: 1. Harga jual dalam negeri. Kedudukan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng yang merupakan 9 bahan pokok menyebabkan pemerintah tidak berlepas tangan. Disini perusahaan perkebunan kelapa sawit berhadapan dengan pihak prosesor, yang oleh pemerintah sudah ditentukan bahwa harga jual produksi prosesor dalam bentuk minyak goreng harus terjangkau oleh rakyat, sehingga mau tidak mau perusahaan harus menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah tersebut. 2. Harga jual luar negeri. Penetapan harga dilakukan dengan cara open tender atau dengan cara competitive bidding. Demi kelancaran perluasan pasar dan pengamanan terhadap risiko sengketa, risiko claim, atau hal-hal lain yang dapat merugikan, dalam kontrak penjualan akan menggunakan ketentuan yang telah diatur oleh International Trade Association (Asosiasi Komoditi International). Dengan adanya faktor-faktor penetapan harga tersebut diatas, perusahaan kelak akan terus meneruskan melakukan penghematan biaya produksi guna menghasilkan marjin laba yang signifikan Risiko Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit 1. Pencurian Hasil Panen Lahan budidaya yang luas dan jumlah kelapa sawit yang banyak mengakibatkan susahnya pengawasan dan pengontrolan. Pencurian dan penjarahan hasil panen selalu saja terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu adanya pengamanan yang ekstra. Tetapi untuk merealisasikan hal tersebut dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. 2. Gagal Panen Penyakit dalam bentuk jamur, gulma dan hama yang menyerang pada perkebunan kelapa sawit sangat sulit dihilangkan dan bisa menular ke seluruh areal perkebunan, sehingga mengakibatkan gagal panen. 3. Harga yang Naik Turun Harga pasar sewaktu-waktu dapat naik dan turun karena kelapa sawit merupakan komoditas yabg harganya mengikuti pasar di dunia dan kebijakan pemerintah. Hal ini bisa berdampak bagi siapapun yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. (Ims)

Bunga Tinggi, Kelompok Tani Lentera Tolak Bantuan PUAP

Jambi - Kelompok Tani Lentera RT28, Desa Kasang, Kabupaten Muarojambi, menolak bantuan Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) dari pemerintah pusat sebesar Rp100 juta melalui Dinas Pertanian setempat karena bunganya terlalu tinggi. Menurut Ketua Kelompok Tani Lentara Sunarko di Jambi, Selasa, kelompok tani yang diketuainya itu menolak menerima bantuan dari pemerintah karena adanya beberapa persaratan yang diajukan oleh salah seorang Petugas Penyuluh Lapangan berinisial Rml. "Bantuan dari pemerintah itu setahu saya besarnya Rp100 juta untuk satu gabungan kelompok tani. Dari jumlah tersebut baru cair sebesar 70 persen pada Agustus 2009 lalu, itu pun dipotong bunga selama satu tahun," katanya. "Sedangkan yang 40 persen lagi tidak diketahui kemana perginya. Yang kami heran PPL kok ikut dalam mengurus bantuan, padahal setahu kami PPL itu tugasnya hanya mendampingi petani," kata Sunarko lagi. Seharusnya jika bantuan tersebut turun sebesar Rp100 juta maka setiap petani mendapat bantuan sekitar Rp8 juta. Namun kondisinya, petani hanya mendapatkan Rp5 juta, itu pun langsung dipotong pajak sebesar 1,5 persen dari pinjaman. Selain itu, setiap bulannya petani harus mengangsur sebesar Rp100.000 dari Rp1 juta uang diterima. "Jadi, jika kami menerima Rp5 juta berarti kami harus membayar Rp500 ribu per bulan," katanya yang dibenarkan petani lainnya. Sunarko juga mengatakan, dirinya pernah mengusulkan agar angsuran dibayar empat bulan sekali, namun usulan itu ditolak. Akhirnya dari pada membebani, petani memilih tidak mengambil bantuan tersebut yang sebenarnya diperlukan untuk membeli jaring sawah agar terhindar dari serangan burung